3 Pemain Andalan di Babak Keempat Piala FA

pemain andalan piala fa

Bastian Schweinsteiger

Pria berkebangsaan Jerman tersebut telah memberikan tampilan yang cukup mengagumkan saat pertama kalinya ia bermain untuk Manchester United setelah setahun tidak menampilkan bakatnya. Ia kaget ketika mendengar bahwa, manajernya, Jose Mourinho mengatakan jika ia diberikan kesempatan untuk memulai bekerja sama dengan timnya saat ini hingga akhir Mei.

Memang, Schweinsteiger, pria berusia 32 tahun ini telah memberikan semangat baru bagi timnya karena ia berhasil mencetak satu angka saat tampil kali ketiga musim ini di pertandingan melawan Wigan Athletic di putaran keempat Piala FA, Minggu (29/1).

Pergerakkannya memang tidak terlalu cepat, namun kelihaiannya dalam passing jarak jauh dan menjaga garis pertahanan Manchester United tidak usah diragukan lagi. Ia menunjukkan bahwa, ia masih dapat diandalkan oleh tim dan manajernya, bahkan ketika standar oposisi ditambahkan sebagai sebuah peringatan. Langkah selanjutnya bagi Schweinsteiger adalah memulai kembali pertandingan Liga Premier untuk pertama kalinya sejak bulan Maret 2016.

Alex Oxlade-Chamberlain

Danny Welbeck melakukan selebrasi gol dan Theo Walcott mencetak hat-trick, namun dibalik itu semua ada sosok yang benar-benar membantu mereka untuk mencetak angka, yakni, Alex Oxlade Chamberlain. Wenger tahu betul keahlian Welbeck dan Walcott dalam mencetak angka, namun ia juga tidak meragukan keahlian The OX dalam mendominasi permainan pada lini tengah.

Oxlade beruntung kali ini karena rekan setimnya, Granit Xhaka yang diskors sampai empat pertandingan dan Mohamed Elneny yang cedera dan absen pada laga Piala Afrika ia mendapatkan peluang bermain. Ini kesempatannya untuk membuktikan bahwa ia mampu membuat tim menjadi lebih kuat, terutama berlaku ketika Wenger mengambil posisi 4-3-3.

Namun, ada sedikit yang dikawatirkan oleh Wenger, yakni, jika ada salah satu diantara Oxlade dan Aaron Ramsey mengalami absen pada musim ini, ia akan kewalahan. Pasalnya, hanya Aaron Ramsey dan Oxlade yang mampu mengisi posisi gelandang Arsenal. Mungkin jika mereka berdua berhasil membawa kesuksesan Arsenal, mereka perlu diberi penghargaan yang setara.

Cesc Gabregas

Pernah dikaitkan dengan laporan kepindahan ke Serie A sepanjang enam bulan terakhir, namun Antonio Conte tidak ingin kehilangan Fabregas, dan Fabregas tentunya ingin memenangkan gelar liga kedua dalam tiga musim terakhir.

Fabregas telah bermain cantik dan penuh kesan selama bersama manajer barunya Antonio Conte. Meskipun tidak selalu diandalkan sebagai tim inti, ia tanpa berkompromi tanpa keraguan dapat memback-up timnya. Ini merupakan penghargaan tersendiri untuk pemain profesional seperti dirinya.

Sulit untuk melihat bagaimana bisa Fabregas menerobos masuk pada tim utama Chelsea, dengan penampilan N’golo Kante dan Nemanja Matic yang merupakan kombinasi sempurna pada lini tengah. Namun, ketika salah satu dari mereka absen, sudah menjadi tugasnya untuk tampil dengan percaya diri, membantu timnya untuk terus meraih kemenangan di menit-menit akhir.

Nobody had feels yet. And how do you feel?
0 :thumbsup: Thumbs up
0 :heart: Love
0 :joy: Joy
0 :heart_eyes: Awesome
0 :blush: Great
0 :cry: Sad
0 :rage: Angry